Landasan Sosiologis Pendidikan

LANDASAN SOSIOLOGIS PENDIDIKAN

yangdibina sang Bapak Dr. Wartono, M.Pd

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PROGRAMSTUDI PENDIDIKAN FISIKA

Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksiantara 2 individu. Secara sosiologi, pendidikan adalah sebuah warisanbudaya dari generasi ke generasi, agar kehidupan rakyat berkelanjutan,dan bukti diri warga itu tetap terpelihara. Sosial budaya adalah bagianhidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hampir setiapkegiatan insan tidak terlepas menurut unsur sosial budaya.

Kajian sosiologi tentang pendidikan mencakup seluruh jalurpendidikan, baik sekolah juga pendidikan luar sekolah, terutama apabiladitinjau dari sosiologi maka pendidikan famili sangat penting, karenakeluarga adalah forum sosial pertama bagi setiap manusia. Kegiatanpendidikan yang sistematis terjadi di forum sekolah yang dengan sengaja dibentuk oleh rakyat.

Memasuki abad ke-21 & menyongsong milenium ketigatentu akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan warga sebagai akibatdari era globalisasi. Tak hanya perubahan sosial, budaya pun berpengaruh besardalam dunia pendidikan akibat menurut pergeseran paradigma pendidikan yaitumengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, & cara bagaimana mencapaikesejahteraan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan duniadiharapkan global pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik danbijak yang berlandaskan sosiologi.

Sosiologi pendidikan sudah mewarnai dunia tentudisemua

Masalahatau Topik Bahasan

Adapunmasalah yang dibahas dalam makalah ini adalah:

Bagaimanakahpengertian, jenis, dan fungsi landasan pendidikan?

Bagaimakahsejarah dan teori-teori sosiologi?

Apakah  pengertian landasan sosiologis pendidika?

Bagaimanakahperantara & ruang lingkup landasan sosiologi pendidikan?

Bagaimanakahimplementasi landasan sosiologis pendidikan pada Indonesia, Jepang, dan Amerika?

Bagaimanakahimplementasi Landasan Sosiologis Pendidikan dalam Pelajaran Fisika?

Makalahini dimaksudkan buat membahas landasan sosiologis pendidikan, baik pada segiteori juga implementasi dalam beberapa negara, khususnya Indonesia. Secararinci tujuan penulisan makalah ini adalah:

Menjelaskan pengertian,jenis, & fungsi landasan pendidikan.

Memaparkan sejarah danteori-teori sosiologi

Menjelaskan  pengertian landasan sosiologis pendidika?

Mendeskribsikanperantara & ruang lingkup landasan sosiologi pendidikan?

Mendeskribsikanimplementasi landasan sosiologis pendidikan di Indonesia, Jepang, & Amerika?

Mendeskribsikanimplimentasi landasan sosiologis pendidikan pada pelajaran Fisika.

BAB II

PEMBAHASAN



A.    Pengertian, Jenis, & Fungsi LandasanPendidikan

Secara leksikal, landasan berartitumpuan, dasar atau alas, karena itu landasan adalah tempat bertumpu atautitik tolak atau dasar pijakan. Titik tolak atau dasar pijakan ini dapatbersifat material (model: landasan pesawat terbang); dapat jua bersifatkonseptual (contoh: landasan pendidikan).

Pendidikan diantaranya dapat dipahamidari dua sudut pandang, pertama berdasarkan sudut praktek sehingga kita mengenalistilah praktek pendidikan, dan kedua berdasarkan sudut studi sehingga kita kenalistilah studi pendidikan. Praktekpendidikan adalah aktivitas seorang atau sekelompok orang atau lembagadalam membantu individu atau sekelompok orang buat mencapai tujuan pedidikan.Kegiatan bantuan dalam praktek pendidikan bisa berupa pengelolaan pendidikan(makro juga mikro), dan dapat berupa aktivitas pendidikan (bimbingan,pengajaran & atau latihan). Studipendidikan merupakan aktivitas seseorang atau sekelompok orang pada rangkamemahami pendidikan. Berdasarkan uraian pada atas bisa disimpulkan bahwa landasan pendidikan adalahasumsi-perkiraan yg menjadi dasar pijakan atau titik tolak pada rangka praktekpendidikan & atau studi pendidikan.

Ada berbagai jenis landasan pendidikan,berdasarkan sumber perolehannya landasan pendidikan dibagi menjadi empatbagian, yaitu:

Landasanreligius pendidikan, yaitu perkiraan-perkiraan yang bersumber menurut religi atau agamayang sebagai titik tolak pada rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Landasanfilosofis pendidikan, yaitu asumsi-perkiraan yang bersumber berdasarkan filsafat yangmenjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Landasanilmiah pendidikan, yaitu perkiraan-perkiraan yang bersumber dari aneka macam cabang ataudisiplin ilmu yang sebagai titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan ataustudi pendidikan. Tergolong ke pada landasan ilmiah pendidikan antara lain:landasan psikologis pendidikan, landasan sosiologis pendidikan, landasanantropologis pendidikan, landasan historis pendidikan.

Landasanyuridis atau aturan pendidikan, yaitu perkiraan-perkiraan yg bersumber dariperaturan perundang-undangan yang berlaku yang menjadi titik tolak dalam rangkapraktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Secaraumum fungsi landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolakpraktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

B.   Sejarah & Teori-Teori Sosiologi

Sejak manusia dilahirkan didunia ini, secara sadar maupun tidak, sesungguhnya beliau sudah belajar danberkenalan menggunakan hubungan-hubungan sosial yaitu hubungan antara manusia dalammasyarakat. Hubungan sosial dimulai menurut interaksi antara anak menggunakan orang tuakemudian meluas sampai lingkungan kurang lebih yaitu tetangga.Dalam interaksi sosialtersebut terjadilah proses sosialisasi dan proses sosialisasi tersebut mencakupberbagai budaya, nilai, kebiasaan dan tanggung jawab manusia, sebagai akibatnya dapattercipta corak kehidupan warga yg bhineka dengan perkara yangberbeda juga.

Kenyataan sosial memberitahuakn suatu perubahanyang terjadi begitu cepat pada masyarakat. Perubahan sosial yang cepattersebut terjadi pada abad ke-19, sebagai akibat revolusi industri di Inggris.Akibat perubahan tersebut dari Mc Kee, menyebabkan terjadinya apa yangdinamakian keterkejutan intelektual kelompok pandai yg keliru satu diantaranyaadalah para sosiolog. Lester F. Ward bisa dikatakan menjadi pencetus gagasantimbulnya studi baru tentang Sosiologi Pendidikan. Gagasan tadi munculdengan idenya tentang evolusi sosial yang realistik & memimpin perencanaankehidupan pemerintah-an (Vembriarto, 1993). John Dewey (1859-1952) secaraformal dikenal menjadi tokoh pertama yang melihat hubungan antara pendidikanstruktur masyarakat berdasarkan bentuk semulangan yang masih bersahaja.

Payne (1928) menjelaskanbahwa Sosiologi Pendidikan adalah sebuah ilmu pengetahuan yang sebagai indera (mean)buat mendeskripsikan dan mengungkapkan institusi, kelompok sosial, danproses sosial yg adalah hubungan sosial di dalamnya individu memperolehpengalaman yg terorganisasi.

Sosiologi Pendidikan didalam menjalankan manfaatnya buat menyelidiki aneka macam macam hubungan antarapendidikan menggunakan warga , wajib memperhatikan sejumlah konsep-konsep umum.Sosiologi pendidikan adalah suatu disiplin ilmu yang masih belia dan belumbanyak berkembang. Atas dasar tadi dikalangan para ahli SosiologiPendidikan timbul beberapa kecendrungan yg tidak selaras yaitu:

Golongan yang terlalu menitikberatkanpandangan pendidikan daripada sosiologinya.

Golongan Applied Educational (Sociology)terutama terdiri atas ahli-pakar sosiologi yang memberikan dasar pengertiansosial kultural buat pendidikan.

Golongan yg terutama menitikberatkanpandangan teoritik.

LesterFrank Ward, adalah pencetus pertama kali lahirnya Educational Sociology sebagaicabang ilmu yg baru pada sosiologi pada awal abad ke-20. Fokus kajianEducational Sociology merupakan penggunaan pendidikan menjadi indera untukmemecahkan permasalah sosial & sekaligus memberikan rekomendasi untukmendukung perkembangan pendidikan itu sendiri.

Di Indonesia, perhatian akanperan pendidikan dalam pengembangan masyarakat, dimulai lebih kurang tahun 1900,waktu Indonesia masih dijajah Belanda. Para pendukung politis etis di NegeriBelanda waktu itu melihat adanya keterpurukan kehidupan orang Indonesia. Merekamendesak agar pemerintah jajahan melakukan politik balas budi buat memerangiketidakadilan melalui edukasi, irigasi, & emigrasi. Meskipun pada mulanyaprogram pendidikan itu amat elitis, namun selanjut berjalan dengan baik, meluasdan semakin tinggi ke arah yang makin populis sampai penyelenggaraan harus belajardewasa ini. Pelopor pendidikan dalam saat itu antaralain: Van Deventer, R.A.Kartini, dan R..Dewi Sartika.

Subscribe My Blog

Comments